Posterous theme by Cory Watilo

~ Untitled

Semenjak ulang tahun saya di awal Juni kemarin, hubungan saya dan Angga semakin bermasalah. Untuk pertama kalinya, saya merasa marah dan enggak bisa menolerir kelakuan dia lagi. Waktu itu rasanya capek banget. Kami bahkan sempat berantem besar saya marah-marah satu arah (lah wong dia tetap lempeng dan enggak bereaksi apa-apa) di hari ulang tahun saya. Boleh dibilang, ini adalah turning point kami berdua untuk berpikir ulang tentang hubungan ini.

To cut a long story short, kami jadi sadar bahwa hubungan ini mulai enggak sehat dan ada banyak hal yang perlu dibicarakan. Sayangnya, karena banyak pertimbangan ini-dan-itu, kami memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan ini dan memilih untuk jalan sendiri-sendiri aja. Sedih? Ya pasti sedih banget. Apalagi saya merasa hubungan ini udah menjadi bagian dari comfort zone saya. Tapi saya juga enggak bisa bohong kalo saya capek menghadapi dia yang terbiasa seenak perutnya sendiri. Angga juga mungkin merasa capek menghadapi saya yang berbeda 180° dengan dia. Hidup Angga saat ini sedang 'dikuasai' oleh pekerjaan dan program MTnya di bank tersebut. Sementara saya, 3/4 waktu yang saya miliki habis oleh pekerjaan dan bisnis WO yang baru dirintis ini. Malu sih untuk mengakuinya, tapi kayanya kesibukan dan prioritas kami terhadap pekerjaan masing-masing juga menjadi salah satu penyebab keputusan tersebut. :(

Kalau meminjam kata-katanya Angga waktu itu, "Kita sama-sama udah dewasa dan kita udah nyoba untuk ngejalanin ini. Tapi ternyata enggak work out. Ya jangan dipaksain.." Jujur, to the point, dan terkesan #jleb ya? Hehe. Tapi ya itulah Angga, bahkan di saat putus pun, dia enggak memberi saya space dan waktu sama sekali untuk drama. Jadi, proses putusnya kami bisa dibilang jauuuhhh dari drama dan emosi. Hubungan ini berakhir dengan baik-baik, enggak dendam apalagi sampai dibawa ke liang kubur. Dengan demikian, enggak ada alasan untuk saya, Angga, dan keluarga kami untuk memutuskan tali silaturahmi.

Rasanya enggak akan pernah ada habisnya deh kalau saya mau menghitung berapa kali saya mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Baik. Keberadaan hubungan ini dan kesempatan untuk mengenal Angga lebih dekat merupakan salah satu pengalaman yang paling berharga. Saya juga tidak akan pernah menyesali keputusan yang saya ambil, baik untuk memulai maupun mengakhiri hubungan ini. Saya berusaha meyakinkan diri bahwa keputusan untuk jalan sendiri-sendiri ini merupakan pilihan yang tepat *chanting*. Toh nanti kalau memang berjodoh, pasti ada jalannya deh. Kalau memang Angga adalah jodoh yang terbaik untuk saya, pasti Tuhan akan memberikan kemudahan. Kalau Angga bukan jodoh saya, ya insya Allah akan ada pengganti yang jauuuuuhhh lebih baik dari dia, vice versa.

Setelah putus pun, saya dan mama tetap menjalin hubungan yang baik sekali dengan Angga dan keluarganya - terutama dengan mamanya - yang menilai masalah ini dengan sangat objektif. Kami sudah beberapa kali bertemu dan masih sering BBMan sampai tengah malam. Saya akan selalu menganggap beliau sebagai teman baik saya, lepas dari statusnya sebagai mantan-calon-mama-mertua. Hehehe. Waktu itu pernah sih, saya berniat untuk 'pamitan' dengan keluarga mereka. Di luar dugaan, mamanya malah 'ngomel' dan meminta saya untuk bersikap biasa aja. Beliau bilang, "Syita sayang, please. Kok kayak tante mau pergi ke mana aja." Hahahaha. Kalau ada pemilihan manusia dengan hati terbening 2011, udah pasti tante Bea yang jadi pemenangnya. :D

Dua hari yang lalu, tante Bea mengirimkan satu pot bunga anggrek dan kartu ucapan selamat berpuasa yang ditujukan kepada ibu saya. Kami terharu banget :'''''') Waktu saya tanya alasannya, beliau bilang bahwa beliau tidak mau rasa kekeluargaan ini berakhir. Ia ingin saya, Angga, dan keluarga kami tetap bersahabat baik. Mbrebes mili deh. Puji syukur ka Gusti Nu Maha Agung, terima kasih sudah memberikan kami keluarga baru yang semanis dan sebaik ini :''). 

Mungkin ini juga yang menjadi salah satu penyebabnya kenapa hati saya masih 'nyangkut' di Angga. Kalo kata bulay-bulay di luar sana, moving on isn't as easy as it sounds. Sampai saat ini pun, saya belum berhasil melewati fase denial. Masih sering nangis, masih dengerin lagu-lagu patah hati, dan masih menolak kalau ada teman yang mau memperkenalkan saya ke cowok lain :D. Nanti kalau udah tiba waktunya, kalau si hati udah siap, saya juga pasti akan membuka diri lagi kok. Tapi untuk saat ini, saya mau fokus ke pekerjaan dan Amaya dulu deh :).

Dear Angga, Tante B, and the rest of the family, matur nuwun sanget ya untuk semuanya. Semoga keberadaan saya selama ini juga memberikan kenangan baik bagi kalian ya *peluk*.

4372a9d9114340598cb6388f2fa8b129_7

Babbling

Kayanya Tuhan lagi terlalu sayang sama saya nih.

Setelah sebelumnya di sini saya sempat memamerkan how happy and perfect my life was, ternyata Tuhan bisa merubah semuanya hanya dalam hitungan minggu. Benar-benar kun fayakuun. Mungkin ini jadi caraNya untuk mengingatkan saya. Untuk menegur dan membatasi kesombongan saya selama ini. Mungkin juga ini cara Tuhan untuk melatih saya jadi pribadi yang lebih baik dan baiiikkk lagi. 

Kata orang, life has its little ups and down. Tahun lalu, Tuhan kasih semuaaaaaa yang saya minta. Alhamdulillaah wa syukurillaah. Tapi di tahun ini, kebahagiaan dan kenyamanan yang selama ini saya rasakan, kayanya satu per satu mulai 'disimpan' dalam lemari surga. Hehehe. Moga-moga disimpannya cuma sebentar dan akan digantikan dengan yang lebih baik ya pweeaaassseee.. Amin!

Bulan ini saya merasa kapasitas otak dan perasaan saya hampir mencapai batas akhir. Rasanya kepengen deh bisa ambil nafas dulu, duduk diam, dan punya 'me-time' untuk nenangin diri. Tapi enggak sempat. Enggak ada waktu. Waktu tidur saya aja kurang dari 5 jam/hari. Beban pekerjaan di kantor lagi banyak-banyaknya, ada dua projects WO yang mendesak dalam waktu berdekatan (which I LOVE!), beberapa perubahan yang membuat saya nangis berhari-hari dalam hati, and not to mention the big opportunity that makes me flattered. Or may I say, a HUGE opportunity - yang harus saya pikirkan, mau diambil atau enggak nih - that comes in a very unexpected way.

Pusing. 

Tuhan lagi rajin kasih kejutan dan tantangan buat saya ya? Boleh istirahat sebentar enggak sih? :(

Ramalan

Sebenernya, saya bukan orang yang percaya dengan ramalan bintang. Memang ada beberapa karakteristik yang selalu saya ingat dan saya tempelkan sebagai stereotype. Misalnya, gemini itu centil dan flirty (uhuk uhuk), aquarius itu introvert dan misterius, leo itu agresif, dsb. Tapi di luar itu, saya biasanya sih jarang percaya. 

Di majalah mingguan favorit saya waktu ABG dulu, ada satu rubrik zodiac yang hobi dibaca sama orang-orang. Tapi ya masa iya, dari sekian juta manusia gemini di dunia ini, semuanya merasakan 'kantong kempes' di minggu lalu, sekian juta manusia libra semuanya merasakan 'jatuh cinta' di minggu depan, dst? Keberuntungan dan nasib seseorang kan berbeda-beda. Jadi enggak bisa disamaratakan hanya karena kesamaan periode kelahiran. Ya kan?

Sampai suatu hari, @Arumd punya aplikasi daily horoscope yang canggih dan bikin kami terkagum-kagum. Kenapa? Karena ramalan bintang ini rasanya hanya berputar di kehidupan kami berdua.. LOL. 

Tepat di hari ulang tahun saya, ketika saya dan Tuan Besar berantem dan baru menyadari kalau hubungan ini bermasalah, si ramalan bintang bilang begini:

Someone in your world is doing something wrong. You can see that this person is making a mistake and you have probably offered to help him/her in the past. But getting involved now may be like running in place - and do you really need that kind of exercise at this point, Gemini? If you speak up, as you have before, you probably won't make much of a difference - but you will put yourself in the position of being obligated once again. Let your friend learn this lesson right way - by trial and error. Don't feel obligated to help someone who has discarded your assistance in the past.


Di hari ini, setelah pembicaraan dan argumen panjang lebar kami tadi malam, dia bilang:

A change is taking place in your life in the area of relationships. For some reason, you are resisting this evolution. You are normally a very progressive sign and you typically accept change with a very positive outlook. But because you are so connected to one or more people in your world right now, and because you think of these relationships as potentially transient, you are resistant to anything that might shake up your status quo. But the change that is coming into your life is only for the good, and will serve to enhance the friendships you currently have.

 

Haloooo bapak/ibu administrator aplikasi ini, apakah kamu membuntuti kehidupanku? 

I Stay In Love

 

 

I Stay in Love - Mariah Carey

Oh baby

Baby, I stay in love with you

 

Dying inside 'cause I can't stand it

Make or break up can't take this madness

We don't even really know why

All I know is baby I try and try so hard to keep our love alive

 

If you don't know me at this point then I highly doubt you ever will

I really need you to give me that unconditional love I used to feel

It's a mistake if we just erase it from our hearts and minds and I know

 

We said let go but I kept on hanging on

Inside I know it's over and you're really gone

It's killing me 'cause there ain't nothing that I can do

 

Baby, I stay in love with you

And I keep on telling myself that you'll come back around

And I try to front like "Oh well" each time you let me down

See I can't get over you now no matter what I do

But baby, baby I stay in love with you

 

It cuts so deep, it hurts down to my soul

My friends tell me, I ain't the same no more

We still need each other when we stumble and fall

How we gonna act like what we had ain't nothing at all now

 

Hey, what I wanna do is ride shotgun next to you

With the top down like we used to hit the block

Proud in the SUV

We both know our heart is breaking

Can we learn from our mistakes

I can't last one moment alone

Now go I know

 

I stay in love

Love

Oh, I stay in love

~ Untitled

Mungkin selama ini tanpa sadar saya sering mengumbar keburukan Tuan Besar di depan teman-teman saya. Bukan bermaksud jahat, tapi ocehan ini keluar begitu aja tanpa saya sadari efeknya. Yaaa..mungkin karena saya selama ini tidak pernah berani mengungkapkan hal tersebut di depan Angga? Saya tidak pernah berani mengeluh dan meminta kepada Angga. Tapi akhirnya, saya jadi terbiasa mengeluh tentang dia - di belakang dia - tanpa sepengatahuan yang bersangkutan. Saya enggak tau ada berapa orang yang sudah memberi label buruk pada Angga hanya karena mendengar cerita saya. Tapi saya berharap, mereka juga tau seberapa besar rasa sayang dan takut kehilangan yang saya punya.

Tuan Besar adalah orang yang baik. Saya jatuh cinta dengan semua kelebihan dan kekurangannya. Di mata saya, Angga adalah orang yang jujur, pintar, sayang keluarga, saklek (zakelijk), dan yang terpenting dia bisa mengontrol saya. Untuk orang yang sangat egois, dominan, dan emosional seperti saya, Angga adalah pilihan yang tepat untuk mengingatkan saya. Apalagi dalam hubungan ini, saya mendapatkan 'bonus' dan merasa bersyukur banget bisa punya kesempatan untuk mengenal keluarganya lebih dekat.

Apa yang sedang kami hadapi saat ini, sebenarnya bisa selesai hanya dengan menumbuhkan keberanian untuk berbicara langsung dengan Angga mengenai semua keluhan saya. Ingat, kalau b-e-r-a-n-i. Saya dan Tuan Besar sepertinya memang perlu duduk manis membicarakan tentang hubungan ini dan solusi apa ya yang kira-kira bisa kita ambil. 

Membayangkan bahwa saya harus duduk berdua dengan dia membicarakan masalah ini aja udah membuat saya ketakutan. Saya takut.....Angga bereaksi keras. Saya takut kalau Angga enggak suka. Saya takut kalau Angga marah. Saya takut salah timing. Saya takut Angga emosional. Saya takut kalau pembicaraan ini berakhir buruk. Saya takut untuk kehilangan Angga.

Di satu sisi, saya sadar kalau saya dan Angga punya 'masalah' yang perlu dibicarakan. Tapi, di satu sisi lagi, saya tanpa sadar sudah menempatkan Tuan Besar di dalam lingkaran comfort zone saya dan saya takut......

Sigh.

Ngga, kalau suatu saat kamu menemukan blog ini, kamu akan menemukan banyak keluhan dan cerita yang aku tulis karena ketidakberanianku. Tapi, di setiap akhir dari cerita tersebut, kamu juga akan menemukan betapa besarnya rasa sayang dan rasa kagum Syita ke kamu. 

I love you, Angga. I really do.

 

 

A Love That Will Last - Renee Olstead

I want a little something more

Don't want the middle or the one before

I don't desire a complicated past

I want a love that will last

 

Say that you love me

Say I'm the one

Don't kiss and hug me and then try to run

I don't do drama

My tears don't fall fast

I want a love that will last

 

I don't want just a memory

Give me forever

Don't even think about saying good bye

Cause I want just one love to be enough

And remain in my heart till I die

 

So call me romantic

Oh I guess that's so

There's something more than you wanna know

So don't even ask

I want a love that will last

 

Forever

I want a love that will last

I want a love that will last

 

So there's just a little more than I need

I wanna share all the air that you breathe

I'm not the kind of girl to complicate the past

I want a love that will last

 

Forever

I want a love that will last

Always

I just want a love that will last

Want a love that will last

My Birthday Wishlist

"The key to a good birthday is low expectation" - Phil Dunphy, Modern Family

 

Kemarin @GYSK nanyain saya mau surprise apa untuk ulang tahun kali ini. Eh? Surprise kok dikasi tau? Hihi. Saya jawab dengan cepat kalo saya enggak mengharapkan surprise apa-apa. Tuan Besar ingat ulang tahun saya aja udah merupakan surprise besar. Saya enggak butuh surprise dengan 3D cupcakes di tengah malam. Saya juga enggak butuh surprise besar-besaran di restoran (ya siapa yang mau bayarin cyiinn?) yang mengundang semua teman dan keluarga saya. Saya cuma mau Angga ingat ulang tahun saya dan mengucapkannya di pagi hari, bahkan enggak perlu di tengah malam kok. Gampang kan? :D

Seperti kata Phil Dunphy, kata-kata low expectation kayanya emang perlu saya agung-agungkan dalam beberapa hari ini. Terus terang, saya enggak mengharapkan kado apa-apa dari Tuan Besar. Lah wong kado ulang tahun dia yang jatuh di bulan November 2010 aja baru dibeli tadi malam.. -__- Sebenernya, 2 bulan yang lalu saya udah berencana mau beliin dia kado jam tangan. Tapi sayangnya sampai bulan Juni ini kami belum ada waktu untuk nyarinya. E ee eeeehh..tiba-tiba tadi saya liat dia udah pakai jam tangan! Saya tanya itu dari mana, ternyata kado ulang tahun dari kakaknya. Lah? Jadi gue kasih apa dong Anggaaaaaaaaa?? Akhirnya dia bilang kalo dia kepengen beli bluetooth headset untuk Blackberrynya. Oke deh, kita pun ke PS untuk makan malam dan mampir ke C-Palm beli hadiah itu. Yang lucunya, waktu dia test headset itu untuk nelfon ke kakaknya di rumah, dia bilang: "Iya aku lagi di PS sama Syita. Dia mau beliin kado untuk aku sebelum dia ulang tahun." JLEB! Jahat bener sih tuduhan kamuuuu.. Padahal kan aku bener-bener tulus mau beliin kado buat kamu karena enggak kalo utang kado kelamaan. Huhuhu :(

Setelah beli kado itu, dia sempet sih nanyain saya lagi kepengen kado apa. Saya bilang, "Eeeerr..aku pengen deh Angga bisa lebih deket sama keluarga dan teman-teman aku". Jawaban dia, "Ada kado lain yang berupa benda enggak supaya gampang diukurnya?" HAHAHAHA. Dasar bocah males usaha! Akhirnya saya jawab, "Apa aja deh. Belum kepikir. Aku dikasih apa aja juga seneng. Surprise me!". 

Yaaa..tapi emang dasar Angga itu orangnya terlalu jujur dan susah basa-basi sih. Dia malah merespon, "Oke nanti aku beli kado sama mama aja biar mama yang pilih. Siapa tau mama yang bayar. Hehe". Eh? Terlalu jujur? Sumpah pas denger itu, saya bingung pengen ketawa ngakak atau justru mau miris? Pacarku males usaha banget ya. Poooolll! Hahahaha.

 

Anyway, untuk orang-orang selain Angga, untuk Papa - Mama - Kakak - Kakak - Teman - Teman - dan - lain - lain, saya tetap mengharapkan kado loooohhh... :p Jangan sampai lupa ya. Masih ada kesempatan 6 hari lagi untuk membeli benda-benda berikut ini..

 

  • 3 Mirrors Shabby Chic Dressing Table

 

Documents2

Setelah kemimpi-mimpi dengan 2 model dressing tables di atas, akhirnya saya menemukan meja pujaan hati di Jl. Kemang Timur! Harganya Rp 2 juta aja, katanya sih jati asli.. Yang jadi hambatan, meja itu ternyata antik. Saya enggak tau dari taun berapa. Tapi keliatannya sih udah kuno. Semangat membeli saya turun karena banyak yang nakut-nakutin. Katanya, kalo saya ngaca di meja itu nanti ada yang ikutan ngaca. Kalo saya nyisir, nanti ada yang ikutan nyisir. HIH. Ogah deh.

 

  • Buku-Buku David Tutera, bisa diintip di sini 

Desktop2

David Tutera ini adalah salah satu idola saya. He is a leading wedding and entertaining expert. He's like the Michael Jackson of party planning! *lebay* Buat saya yang baru memulai usaha WO, buku ini bisa menjadi bible dan referensi yang pentiiiiiinnngggg banget! 

 

  • Buku-Buku Preston Bailey, bisa diintip di sini 

Satu lagi idola saya dalam wedding and event planning, suhu Preston Bailey! Enggak perlu banyak basa-basi, sama seperti buku-buku David Tutera, rangkaian buku dari Preston Bailey benar-benar bisa menjadi bible dan referensi saya dalam menjalani usaha WO.

 

  • Buku-Buku tentang tenun dan kain-kain Indonesia, seperti Tenun Handwoven Textile of Indonesia yang diterbitkan oleh Cita Tenun Indonesia atau Batik A Play of Light and Shades karangan Alm. Iwan Tirta, dll.

Selain wedding dan event planning, saya sering merasa bahwa 'jiwa' dan passion saya itu ada di kain tradisional Indonesia. Saya sukaaa, suka, sukaaaaaa banget sama kain-kain ini terutama koleksi tenun dari Sabang sampai Merauke. Sayangnya, keterbatasan biaya mengurungkan niat saya untuk mengoleksi kain-kain tersebut untuk saat ini. Moga-moga beberapa tahun lagi udah bisa dibeli ya. Untuk sekarang, saya belajar tentang sejarah, simbol, dan proses pembuatan dari kain-kain tradisional kekayaan bangsa Indonesia ini dulu deh :)

 

  • Kue Ulang Tahun dari Dunkin Donuts

Naahh..kalo yang ini sih sebenernya obsesi dari jaman kecil. Dari dulu, setiap kali masuk ke Dunkin Donuts, saya pasti mengagumi kue ulang tahun yang dibuat dari rangkaian seluruh rasa donutnya. Tapi sayangnya, kue ulang tahun saya pasti selalu bikinan mama atau Tante Nani. Jadi, sampai sekarang saya masih penasaran. Harganya sih enggak terlalu mahal dan saya pun bisa membelinya sendiri. Tapi namanya juga kue ulang tahun, kan pengennya dibeliin sama orang lain ya.. Huhuhuhu.

 

Masih ada 6 hari lagi nih menuju ulang tahun saya yang ke-23. Ini artinya masih ada 6 hari lagi kesempatan saya untuk mengingatkan Angga (kalo saya akan berulangtahun di tanggal 10 Juni) dan masih ada 6 hari lagi kesempatan untuk Papa - Mama - Kakak - Kakak - Teman - Teman - dan - lain - lain membeli benda-benda tersebut. Ditunggu yaaa! Hihihihi.

Life is Good :)

 

Life is good when we think it's good. Life is bad when we don't think. - Douglas Horton

 

Tahun 2011 baru berjalan 5 bulan. Tapi alhamdulillaah, rasanya hampir semua yang saya minta tuh dikasih aja sama Tuhan. Terima kasih ya Tuhaaann.. *sembah sujud*

Kerjaan di kantor alhamdulillaah berjalan mulus. Sebagai Digital Account Strategist, saya sekarang lagi dipercaya untuk mengelola 2 accounts klien kami. Yang satu adalah produk cat dinding dekoratif dan yang satu lagi produk kosmetika lokal Indonesia. Untuk kedua accounts tersebut, tugas saya kurang lebih adalah menentukan digital campaign strategy dan mengimplementasikannya selama satu periode kontrak. Medianya bisa lewat Facebook, Twitter, blog, situs, Youtube, dsb. Where else you can write while Facebooking and Twittering and still get paid? :D Buat saya, ini pekerjaan yang menyenangkaaannn sekali. Saya bisa punya kesempatan untuk banyak belajar dan bahkan beberapa kali dikirim ke luar kota untuk business trip. Pekerjaan ini juga membuat saya berpikir ulang untuk ambil MBA. Ibarat lagi pacaran, saya nih lagi jatuh cintaaaa banget sama digital world! #kamse. Kayanya seru nih kalo saya S2nya melanjutkan di digital marketing :). Mama udah oke, Daeng udah oke, Papa kayanya oke-oke aja. Tinggal itung-itung 'rejeki'nya nih. Moga-moga cukup yaa untuk saya sekolah lagi 2 tahun sampai selesai. Amiin!

Oh ya, perusahaan kecil yang baru seumur toddler ini baru aja ganti nama. Atas dasar pertimbangan yang cukup panjang dari Hani dan Affi, The Daily Media sekarang berganti nama menjadi Female Daily Network ! Tanpa tumpengan dan bikin bubur merah putih, kami melakukan transformasi besar-besaran untuk Female Daily, Fashionese Daily, dan sebentar lagi Mommies Daily + Pops Daily. Selama 5 bulan ini kami juga membuat beberapa events besar untuk komunitas Female Daily Forum. Well, since I always have passion in event organizing, I think this job suits me well :D. 

Img_1643

Syita, Rizka, Vanya, Farah, Amal, Hani, Lita, dan Affi

 

Awal bulan Mei kemarin, saya baru aja 'melahirkan' satu bayi mungil bernama Amaya :). Amaya is a Sanskrit word for "not cunning, sagacious, immeasurable, and guileless". Dalam kata lain, Amaya ini bukan Syita banget deh! LOL. Untuk saat ini, Amaya baru bergerak di bidang wedding planning dan organizing. Tapi ke depannya, ada banyaaaakkk sekali rencana besar yang saya buat bersama Daeng. Yaaa..siapa tau dalam beberapa tahun ke depan akan ada Amaya Catering, Amaya Bakery, Amaya Hotel, Amaya Photography, dll. Ambisius banget, Sit? :p

Emang bener ya kata bapak-ibu dosen di Prasetiya Mulya. Yang namanya mulai bisnis itu kuncinya ada di keberanian! Bener-bener modal nekat dan pengalaman selama jadi freelancer di 4 wedding organizers aja, maka saya berani memulai bisnis ini. Awalnya sih sempet ada rasa takut, beneran berani enggak nih? Tapi kalo enggak dimulai sekarang, terus mau nunggu sampe kapan? Modal materi yang saya keluarkan juga enggak besar. Itung-itung cuma ongkos transportasi, pulsa, dan beberapa perintilan lainnya yang enggak bernilai besar deh. Tapi bismillaah, insya Allah barokah.. (caelah) 

Alhamdulillaah, pengalaman pertama ngurusin wedding project kemarin bener-bener berkesan. Terima kasih ya Mbak Dinda dan Mas Rama yang udah percaya sama saya sebagai amateur wedding planner *huugggggsssss*. Saya bener-bener terharu banget. Mereka adalah klien ideal yang dibutuhkan oleh semua pemula bisnis. Super baik, enggak pernah marah, selalu minta tolong dengan sopan, dan yang paling penting..........mereka yang ngejar-ngejar mau ngelunasin invoice! Mbak'e dan Mas'e, matur nuwun sanget ya. Upah kalian besar deh di surga! Kecup!

Selain berterima kasih sama mereka, saya juga harus berterima kasih ke Hani dan Affi yang udah memberikan banyak kemudahan untuk saya memulai usaha ini. Alhamdulilaah, yang namanya rejeki itu enggak harus dateng dalam bentuk materi. Tapi bisa juga dalam bentuk fleksibilitas waktu bekerja dan boss yang amat pengertian. Terima kasih ya kakak-kakak. Nama kalian akan selalu terpatri di hati Siti.. *elap air mata*

 

Mundur sedikit ke bulan Maret, alhamdulillaah lagi saya dikasih 'undangan' sama Allah untuk mengunjungi rumahNya di Tanah Suci. Bersama dengan Mama, Daeng, Shasa, dan keluarga besarnya, kami berangkat melaksanakan ibadah umrah selama 12 hari. Pengalaman 12 hari di sana merupakan salah satu pengalaman tercengeng yang pernah saya alami. Di sana saya baru merasakan kebesaran Tuhan dan merasa begitu kecil di hadapanNya. Enggak ada satu ibadahpun yang saya lewatkan tanpa berdoa. Apa doa yang paling kenceng saya baca? Enggak lain dan enggak bukan adalah doa memohon.......jodoh! *shy*

Di Raudhah, di Multazam, di Hijr Ismail, di Jabal Rahmah, di belakang Makam Ibrahim, dan hampir di semua tempat yang dianggap mustajab, pasti saya baca doa itu. Saya udah siapin satu daftar panjang doa untuk kebutuhan saya pribadi, keluarga, dan beberapa teman yang menitipkan doa. Permohonan saya ada banyak banget. Kasian deh malaikat yang nyatetin daftar doa, udah pegel ya? Saya minta jodoh, kemudahan hidup, kesempatan sekolah S2 di luar negeri, pekerjaan yang halal dan penuh berkah, dan masih banyak lagi. Moga-moga Tuhan berbaik hati mengabulkan semuanya ya. Kapan aja juga boleh kok, Tuhan.. Kan katanya Tuhan tidak pernah terlambat dan tidak pernah terburu-buru. Jadi kapan aja doa itu mau dikabulkan, saya siap kok. Tapi khusus yang doa jodoh, jangan lama-lama disimpennya ya, Tuhan.. Kalo kata Mechio, jangan kelamaan diumpetin gitu. Hehehe.

 

5b3ab182e54241048e80fd44e5e829b1_7

 

Omong-omong soal jodoh, saya juga membacakan doa yang lumayan panjang buat Tuan Besar. Untuk dia pribadi, saya berdoa semoga Angga selalu diberi kemudahan dalam mencapai impian-impiannya. Semoga Angga bisa jadi pribadi yang sukses dalam berkarir, sehat walafiat, dan baik hati dalam kehidupan sosialnya. Untuk hubungan kami, saya berdoa semoga hubungan ini bisa berlanjut ke tahap yang lebih baik dan bermanfaat bagi kami berdua. Kalo memang Angga adalah jodoh saya, semoga hubungan ini selalu mendapat kemudahan dan didukung penuh oleh keluarga besar kami. Tapi kalo Angga bukan jodoh saya (nahan nangis), semoga hubungan ini dapat berakhir baik-baik tanpa rasa dendam apalagi kalo sampe saya bawa ke liang kubur.. Amit-amit.

Sayangnya, saya lupa berdoa minta Angga jadi sosok pacar yang perhatian. Hahaha *ketawa miris*. Tuan Besar masih begitu-begitu aja tuh. Cuek, dingin, dan anti sosial. Tapi ya..lagi-lagi ada keluarganya yang jadi penyelamat :)

Akhirnyaaaaa..saya udah berkenalan sama semua keluarga Tuan Besar! His sisters are the sweetest! Kalo Papa dan Mamanya udah enggak perlu diceritain lagi kan? They're like the coolest parents-in-law-to-be that anyone could ask for! Di ulang tahun mamanya kemarin, saya sempat dikenalin sama hampir semua anggota keluarga besarnya. Seneng banget! Moga-moga sinyal baik ini terus berlanjut yaa.. Amiin.

Hubungan saya dan Tuan Besar sejauh ini berjalan mulus-mulus aja. Belum pernah berantem, apalagi ngambek-ngambekan. Kalo sekedar gedek dan kesel sih seriinngggg banget! Hahaha. Angga seperti biasa masih angin-anginan. Kadang manis banget minta dicium, kadang ngeselin minta diiris kecil-kecil. Hehe. Prinsip dan gaya pacaran yang kami lakukan sekarang ini mungkin berbeda dengan pasangan pada umumnya. Tapi selama kami berdua enggak merasa itu sebagai masalah, ya enggak ada yang perlu diributkan kan? I don't judge your cheesy/lame/dramatic relationship, so please don't judge ours :)

Mengulang lagi kata alhamdulillaah untuk kesekian kalinya, saya senang dan bersyukur banget dengan keberadaan hubungan ini. Tuhan baik banget udah 'menyelipkan' Angga di kehidupan saya. Saya punya seseorang yang enggak perlu rempong saya urusin setiap menit-setiap jam-setiap hari seperti teman-teman saya yang lain. Tapi ketika saya ada masalah, atau butuh seseorang untuk bicara, I know he's always there. Saya nyaman kok dengan Angga yang seperti ini. Walaupun kalo diberi kesempatan untuk sedikit aja mengubah Angga, terus terang saya kepengen dia bisa lebih dekat dengan keluarga dan teman-teman saya. Tapi saya sendiri kan enggak sempurna, terus kenapa saya menuntut punya pacar yang sempurna? :) Lagian ya, perbedaan pemikiran dan sifat antara Angga dan saya yang seperti ini kan yang bikin seru? Hubungan ini komposisinya pas kok, ada manis-manis dan ada asem-asemnya juga. Seperti kata orang tua, "It takes both sunshine and rain to make a rainbow."

 

15bfa1b4435b4b7f8ea922749c36e6e6_7

 

Sekali lagi, terima kasih ya Tuhaaannn. My life is very good indeed.. :)

I'm Saying Good Bye to..

...my dream wedding! *nangis bombay*

Udah lebih dari setahun terakhir ini, saya selalu mengumbar-umbar impian saya untuk menikah di Bali seperti yang pernah saya post di http://syitas.posterous.com/pwease-pweetty-pwease. Udah dapet approval dari mama, udah dapet dukungan dari teman-teman, udah ngincer WO dan decorator saya pengen, dan bikin list prospective venues untuk hari-H nanti. Yang belum dapet ya cuma calon suaminya. Hahaha *ketawa miris*

Anyway, kemarin malam saya dan Tuan Besar enggak sengaja berdiskusi tentang pernikahan. No, we haven't talk about marriage yet. Ini diskusi enggak sengaja aja, karena saya sedang mempersiapkan pernikahan klien pertama WO yang saya dirikan :). Enggak perlu menunggu waktu lama ternyata untuk tau apa pendapat Tuan Besar. He totally doesn't like the idea of getting married in Bali (with me or with anyone else). Buat dia, menyuruh orang-orang untuk datang menghadiri pernikahan di Bali itu merepotkan. Dia bilang, undangan pernikahan orang di Jakarta aja dia males dateng, apalagi di Bali? Hadeeehhh.. Saya coba kasih liat beberapa breathtaking wedding videos di Bali buatannya Axioo. Komentar dia cuma, "Bagus. Tapi kebarat-baratan banget. Itu kan buat orang bule"

*tarik nafas*

Kayanya, itu merupakan akhir dari mimpi saya deh. Setidaknya, dalam beberapa tahun ke depan, saya enggak mau membayangkan dream wedding itu lagi deh. Lah emangnya udah pasti bakal nikah sama Tuan Besar? :)). Nah itu dia pertanyannya.. Hahaha. Sssssttt, masih terlalu awal untuk ngomongin itu. :))

 

Ps: I'm surprised to find out that there's a pweeetttyyy bracelet inside the paper bag. I thought I only got a pack of chocolate! Hehe. Thanks to his mama, tante baiiiiikkkk sekali :''''')

#2010memories

2010 akan berakhir dalam satu hari lagi, tapi cerita tentang tahun 2010 di blog ini masih jauuuuuhh dari selesai. Payah. Sebelum mood menulis mulai menurun, saya summarize aja yaaaa semua #2010memories yang saya alami. 

  • Putus dari you-know-who.
  • Liburan ke Bali bersama teman-teman kuliah untuk ketiga kalinya (harusnya November kemarin saya pergi lagi untuk keempat kalinya, tapi batal).
  • Fanny menikah.
  • Pindah dari rumah Bintaro :'(
  • Kerja magang di Amazing World. 
  • Mendadak liburan ke Hong Kong dan untuk pertama kalinya mengunjungi Disneyland :)

Img_0018

  • Berkenalan dan memutuskan untuk memulai hubungan baru dengan Tuan Besar :)
  • Ikutan jadi peserta dan menang di Mazda2 and Fashionese Daily Travel in Style Rally :)

Winner

  • Ketiban rejeki nomplok, dapat iPod Touch gratis! :)

Img00290-20100831-2018

Img_0014

  • Lulus sidang akhir tepat waktu dan mendapat nilai A untuk final project sesuai keinginan dan doa-doa saya selama ini :

P1040172

  • Lulus dengan GPA 3.05! Alhamdulillaah.. Kesampean juga target saya untuk bisa lulus dengan GPA di atas 3 :)
  • Wisuda. Resmi jadi SE. Menyelesaikan 'hutang' pendidikan ke orang tua :)

Img_0137

  • Mendapat client pertama untuk bisnis yang akan saya jalani di tahun 2011 :)
  • Memutuskan untuk kerja full-time di The Daily Media.
  • What a nice surprise.. My parents gave me this uber-kewl MacBook Air as a graduation gift for me :)

Img_0179

 

Tuhan Maha Baik sekali ya :'). Semua yang saya minta alhamdulillaah selalu dikabulkan. Alhamdulillaah wa syukurillaah ya Allah. Selamat tinggal tahun 2010. Semoga tahun 2011 bisa memberikan kebahagiaan dan rasa syukur yang leeeeebiiiihhh banyak! :))